|
Berita lingkungan
Komitmen-komitmen kertas untuk industri Indonesia(03/10/2012) Kelompok Asia Pulp & Paper (APP) Indonesia telah menjadi sasaran banyak LSM selama bertahun-tahun karena dugaan dampak negatif terhadap hutan tropis. Hal ini memuncak dalam kampanye spektakuler yang diluncurkan oleh Greenpeace pada tahun 2011 berdasarkan Ken Barbie "dumping". Alasannya adalah bahwa mainan bermerk Mattel dituduh menggunakan produk kertas APP yang terkait dengan tebang habis hutan alam di kepulauan Indonesia. APP mengadakan serangan balik di media dengan penerbitan harian iklan yang mempromosikan praktek pembangunan berkelanjutannya. Wartawan dari seluruh dunia juga diundang untuk menghadiri tur konsesi APP untuk menunjukkan upaya konservasi mereka, dan sejumlah artikel yang kemudian ditulis sesudah itu. Kontroversial perusahaan pulp dan kertas jaminan paviliyun perubahan iklim Indonesia di Durban (03/10/2012) Sebuah proporsi yang signifikan dari 3,3 juta USD paviliyun Indonesia pada pembicaraan iklim di Durban didanai oleh perusahaan paper dan kertas, laporan dari Reuters AlertNet.
Picture of the Day, hewan yang kurang dikenal: Kedih (02/13/2012) Dengan warna bulu yang jelas dan ekspresi tenang terkadang nyaris melankolis, kedih (Presbytis thomasi) adalah salah satu primata Asia yang kurang dikenal. Kedih hanya ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Monyet ini menjelajahi hutan mencari buah dan bunga, dan kadangkala juga makan siput, jamur, serta batang kelapa. Spesies ini kurang dikenal dibandingkan dengan beberapa primata lain di dunia.
Mengapa Indonesia takut Greenpeace? (01/19/2012) Mengubur kepala dalam pasir merupakan salah satu pendekatan dalam berurusan dengan keluhan-keluhan lingkungan, tapi menilai dari sukses kampanye-kampanye Greenpeace baru-baru ini, mungkin ini bukan salah satu pendekatan yang sangat efektif bagi perusahaan di bidang kehutanan Indonesia, yang bersaing di pasar internasional di mana isu lingkungan adalah kekhawatiran yang nyata dan sedang berkembang. Brazil akan melancarkan sistem kawalan penyahhutanan baru yang boleh ‘dilihat’ menerusi awan. (01/12/2012) Brazil akan melancarkan satu resolusi berkenaan sistem kawalan penyahutanan yang berkemampuan untuk mengesan kegiatan pembersihan hutan menerusi keadaan di bawah awan. 2 spesis baru dinosaur, termasuk 15-haiwan bertanduk, telah ditemui di Utah (01/12/2012) Associated Press melaporkan bahawa saintis telah menemui dua spesis dinosaur di Utah yang sehingga kini belum diketahui spesisnya. Spesis tersebut telah dihuraikan dalam jurnal terbaru PloS ONE. Amerika menukar utang untuk pelestarian hutan hujan di Indonesia (11/28/2011) AS memaafkan utang sebanyak 28.500 dollar Amerika ke Indonesia untuk upaya pelestarian hutan di Kalimantan, Borneo Indonesia. Program utang-untuk-alam (debt-for-nature program) adalah bagian dari US Tropical Forest Conservation Act (TFCA).
Penurunan predator puncak dan megafauna 'pengaruh manusia yang paling mudah menyebar pada alam '(10/06/2011) Populasi serigala di seluruh dunia telah turun sekitar 99 persen dari jumlah populasi yang pernah ada dalam sejarah. Populasi singa jatuh dari 450.000 menjadi 20.000 dalam 50 tahun. Tiga subspesies harimau punah di abad ke-20. Penangkapan ikan yang berlebihan dan pemotongan sirip hiu telah mengurangi beberapa populasi hiu menjadi 90 persen hanya dalam beberapa dekade. Meskipun populasi ikan paus bungkuk meningkat kembali sejak perburuan paus dilarang, mereka masih jauh dari jumlah yang pernah ada dalam sejarah. Sementara beberapa manusia bersedih atas angka statistik yang tmpak seperti kerugian estetika, para ilmuwan saat ini berkata bahwa penurunan tersebut memiliki dampak yang jauh lebih besar pada manusia daripada sekadar menghilangnya hewan ikonik.
Wawancara dengan Staff Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Perubahan Iklim mengenai Inpres No 10 2011 (Moratorium Izin Usaha Baru) (06/09/2011) da bulan Mei 2011, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Instruksi Presiden mengenai moratorium selama dua tahun, menunda konsesi baru di hutan primer dan lahan gambut. Moratorium ini bertujuan untuk menciptakan kesempatan bagi Indonesia untuk melaksanakan reformasi yang dibutuhkan untuk mengurangi laju deforestasi dan degradasi hutan berdasarkan Letter of Intent dengan Norwegia, yang akan memberikan hiba hingga satu miliar dolar untuk melindungi hutannya.
Dengan Moratorium Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi rendah karbon(05/27/2011) Pada akhir 1980 di pedalaman hutan Malaysia, peneliti menemukan sejenis tanaman yang hidup dirawa gambut yang mengandung serum anti HIV. Selang setahun kemudian, ketika para peneliti itu kembali untuk mengambil contohnya, tanaman tersebut telah raib. Raibnya tanaman tersebut menimbulkan kepanikan untuk segera menyimpan spesimen yang ada secara seksama, yang kemudian contoh tanaman tersebut disimpan di Kebun Raya Singapura. Hasil studi menunjukkan bahwa senyawa bioaktif Canalolide A dari tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk mengobati AIDS. Obat anti-HIV ini tengah diuji secara klinis, yang bisa menghasilkan ratusan juta dolar per tahun dan memperbaiki kehidupan jutaan orang. Cerita ini sangat penting bagi Indonesia, karena hutan di Indonesia merupakan rumah bagi duapertiga spesies tanaman dan hewan yang ada di permukaan bumi. Dengan anugerah kekayaan biologi yang luar biasa, Indonesia menjadi negara dengan jumlah spesies tanaman dan hewan terbanyak dimuka bumi ini.
Memberantas penebangan liar di Indonesia dengan memberikan kesempatan pada masyarakat lokal untuk mengelola hutan (04/08/2011) Selama dua puluh tahun terakhir Indonesia telah kehilangan lebih dari 24 juta hektar hutannya, lebih luas dari Negara Inggris. Kebanyakan deforestasi dipicu oleh penebangan untuk pasar ekspor atau internasional. Data dari Bank Dunia menyebutkan, proporsi besar dari penebangan tersebut bersifat ilegal. Telapak, sebuah organisasi keanggotaan yang memiliki beberapa kantor cabang di Indonesia, mengerti permasalahan ini dengan baik. Telapak mendorong gerakan community-logging sebagai rezim baru pengelolaan hutan Indonesia. Telapak melihat pengelolaan hutan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai solusi untuk memberantas penebangan liar dan di saat yang bersamaan menciptakan sumber mata pencaharian yang berkelanjutan. Indonesia Menuju Pemimpin Global Dalam Pembangunan Karbon Rendah (03/08/2011) Indonesia siap untuk berada di posisi pemimpin dalam perubahan menuju ekonomi karbon rendah, menurut seorang jurnalis lingkungan yang terkenal. Apakah Menebangi Hutan Hujan untuk Kertas dan Bubur Kayu Bantu Kurangi Kemiskinan di Indonesia? (01/21/2011) Tulisan ini diminta oleh email dari beberapa kelompok yang tampaknya (pada saat itu, dan sekarang telah dikonfirmasi) terhubung dengan Asia Pulp and Paper (APP) yang telah membuat klaim mencurigakan mengenai performa lingkungan, sosial, dan dan ekonomi dari industri kertas dan bubur kayu di Indonesia. Evaluasi atas klaim tersebut saat ini telah memunculkan pertanyaan serius akan komitmen APP pada kebersinambungan. Pemerintah A.S. Bom Guam dengan Tikus Beku untuk Bunuh Ular (11/04/2010) Dengan usaha yang sangat kreatif untuk menyingkirkan spesies agresif, Departemen Pertanian AS merencanakan untuk menjatuhkan 'bom' di hutan hujan pulau Guam dengan tikus beku mati yang dilapisi acetaminophen. Bom-tikus ini ditargetkan pada ular pohon cokelat, spesies penyerang yang telah membinasakan kehidupan alam setempat, dan membuat marah penduduk setempat, sejak muncul di tahun 1940-an. Satu Lagi Raksasa Pangan Dukung Kampanye Minyak Kelapa (11/04/2010) Satu dari pembuat makanan terbesar dunia, General Mills, berjanji untuk hanya memasok dari minyak kelapa yang berkesinambungan dan bertanggungjawab dalam waktu lima tahun ini. Dengan pemberitahuan ini, General Mills menjadi raksasa pangan terbaru yang berjanji untuk menjauhi sumber minyak kelapa yang bermasalah, yang digunakan di semuanya dari makanan olahan hingga produk kesehatan dan kecantikan. Lebih awal, Nestle membuat sebuah janji yang mirip setelah kampanye media sosial yang buruk selama beberapa bulan, sementara Unilever, pembeli minyak kelapa terbesar dunia, telah bekerja sama dengan kelompok lingkungan selama bertahun-tahun. Kenapa Keragaman Hayati Perlu Diselamatkan (11/03/2010) Dalam rangka deklarasi tahun 2010 sebagai 'Tahun Internasional Keragaman Hayati' oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) telah memasukkan suatu bagian khusus tentang keragaman hayati dalam Biotropica edisi September 2010.
Suku pribumi, tim peternak menghadapi kebakaran di Amazon(10/11/2010) Menghadapi wabah kebakaran hutan terburuk dalam tiga tahun, para pemilik peternakan dan suku pribumi di Amazon selatan telah bekerja sama untuk memadamkan hampir dua lusin kobaran api selama tiga bulan terakhir, menawarkan harapan bahwa aliansi baru antar musuh bebuyutan bisa membantu menahan laju deforestasi di Amazon Brasil hingga menurun tajam. Pelancong Tertangkap dengan 200 Pound Gading Gajah di Empat Koper (10/09/2010) Petugas bea cukai menemukan 16 buah potongan gading pada pria Malaysia berumur 62 tahun di Suvarnabhumi International Airport Thailand bulan Agustus. Informasi yang belum lama dikeluarkan menunjukkan bahwa pria ini membawa hampir 200 pound (90 kg) gading dalam empat kopor setelah mendarat dari Addis Ababa, Ethiopia. Amazon yang Belum Rusak Hasilkan Awan dan Hujannya Sendiri (10/09/2010) Baru-baru ini peneliti mendatangi Amazon Brazil yang terpencil untuk menyelidiki bagaimana awan terbentuh dan hujan turun di suatu atmosfer yang tidak terbebani dengan polusi akibat manusia. Dengan meneliti partikel aerosol atmosfer, yang berdampak pada formasi awan dan partikel-partikel, di atas hutan alami, peneliti menemukan bahwa jika dibiarkan begitu saja, Amazon bertindak sebagai 'bioreaktor'-nya sendiri: awan dan hujan dihasilkan dari banyaknya material tumbuhan. Penipuan: Asia Pulp & Paper dan World Growth International (10/06/2010) Sebuah audit baru yang sepertinya membebaskan Asia Pulp & Paper dari tuduhan praktek penebangan yang merusak di Indonesia ternyata dilakukan oleh orang-orang yang sama yang terlibat dalam usaha PR mereka, ini memunculkan pertanyaan tentang komitmen perusahaan tertuduh ini dalam membersihkan operasinya. Indonesia Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar Ke-3 Namun Pengurangan Penggundulan Hutan Tawarkan Kesempatan Besar, Kata Pemerintah (10/01/2010) Emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia mencapai 2,1 milyar ton karbon dioksida di tahun 2005, membuatnya sebagai penghasil emisi gas rumah kaca ketiga di dunia, namun menawarkan kesempatan untuk mengurangi emisi secara substansial melalui konservasi hutan, pengurangan penggunaan api, perlindungan lahan gambut, dan manajemen hutan yang lebih baik, menurut laporan rangkaian penelitian yang dikeluarkan awal bulan ini oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) negara. Berantas Pemburu, Lakukan Penyamaran, Selamatkan Hewan Liar: Semua dalam Satu Hari Kerja Arief Rubianto (09/30/2010) Arief Rubianto, kepala satuan anti-perburuan di Pulau Sumatera, Indonesia, mendeskripsikan kehidupan sehari-harinya dengan ini: "seperti Mission Impossible". Tidak percaya pada saya? Rubianto telah bertarung melawan penebang liar, baku tembak dengan pemburu, berhasil bertahan selama 4 hari di hutan tanpa makanan, dan bahkan menyamar sebagai pembeli produk hewan liar ilegal - untuk memasuki operasi perburuan. Ketika banyak konservasionis bekerja dari kantor-kantor - kadang kala ribuan mil dari wilayah yang mereka perjuangkan untuk dilindungi - Rubianto bekerja di lapangan (di hutan, di banjir hujan, di bebatuan, di lautan yang tak terprediksi, dan di jam kapanpun dalam sehari), sering kali meresikokan keselamatan hidupnya sendiri untuk menyelamatkan hewan-hewan liar Sumatera yang luar biasa unik dan sangat terancam. Ketika Sebuah Pulau Mungil Lakukan Pengorbanan Besar, Akankah Seluruh Dunia Melakukan yang Sama? (09/29/2010) Kiribati, sebuah negara kecil yang terdiri atas 33 pulau karang Pasifik, diramalkan menjadi negara pertama yang terendam akibat kenaikan ketinggian laut. Bagaimanapun, negara ini baru-baru saja membuat sebuah komitmen yang luar biasa: mereka menutup seluas 150.000 mil persegi wilayahnya untuk mencari ikan, sebuah aktivitas yang terhitung hampir separuh dari pendapatan pajak pemerintah. Apa yang menggerakkan negara kecil tersebut melakukan aksi monumental ini? Presiden Anote Tong mengatakan, Kirabati ("Kir-ee-bas") sedang mengirimkan pesan ke seluruh dunia: "Kita harus melakukan pengorbanan untuk menyediakan masa depan bagi anak-anak dan cucu-cucu kita." Dapatkah Pembayaran Konservasi Hutan Hancurkan Pertanian Organik? (09/28/2010) Program pembayaran karbon hutan seperti mekanisme pengurangan emisi dari penggundulan hutan dan degradasi (REDD) yang diajukan dapat memberikan tekanan pada teknik pertanian "ramah-alam liar" dengan meningkatkan kebutuhan untuk mengintensifkan produksi pertanian, sebuah makalah yang diterbitkan bulan Juni dalam Conservation Biology memperingatkan. Jalan Raya Hutan Hujan Peru Picu Melandanya Penggundulan Hutan, Menurut Pemetaan Baru Hutan 3D (09/27/2010) Ilmuwan menggunakan kombinasi pencitraan satelit, teknologi laser-udara, dan survey plot daratan untuk menciptakan peta karbon resolusi tinggi tiga dimensi dari hutan hujan Amazon telah mendokumentasikan melandanya emisi dari penggundulan hutan dan penebangan selektif mengikuti pengaspalan Trans-Oceanic Highway di Peru. Hadapi Moratorium dan Kritik di Indonesia, Sinar Mas Cari Kesempatan Baru untuk Minyak Kelapa di Liberia (09/27/2010) Golden Agri-Resources Singapura, pemegang saham Sinar Mas yang tengah dilawan, mengatakan mereka akan membentuk kerja sama dengan pemerintah Liberia untuk mendirikan perkebunan seluas 220.000 hektar di negara Afrika Barat, menurut laporan Jakarta Globe. Apakah Perlindungan Karbon Sama Dengan Perlindungan Keragaman Hayati? (09/27/2010) Perlindungan hutan karena nilai karbonnya melalui skema Emisi yang Berkurang dari Penggundulan Hutan dan Degradasi (REDD) telah meningkat di tahun-tahun terakhir ini. Skema-skema ini berkonsentrasi pada pelestarian tutupan hutan, dan karenanya memiliki potensi besar atas konservasi keragaman hayati alami. Beberapa inisiatif (REDD) telah secara spesifik memasukkan perlindungan keragaman hayati ke dalamnya. Saya ingin bekerja dengan orangutan sampai mati (09/11/2010) Pada usia sembilan belas tahun, Sia muda menentang kehendak ayahnya dan memulai pekerjaan yang ia inginkan sejak sekolah dasar. 80% Ekspansi Pertanian Tropis antara 1980-2000 Korbankan Hutan (09/07/2010) Lebih dari 80 persen ekspansi pertanian di tropis antara tahun 1980 dan 2000 mengorbankan hutan, menurut laporan dari penelitian yang dipublikasikan minggu lalu dalam edisi online awal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Pedagang Cina Takut Akan Peraturan Impor Baru Atas Kayu Ilegal (09/06/2010) China Timber and Wood Products Circulation Association (CTWPCA) berusaha mendirikan suatu badan untuk membantu para importir mengikuti peraturan lingkungan baru di Amerika Serikat dan Eropa yang melarang perdagangan kayu yang ditebang secara ilegal, menurut laporan International Tropical Timber Organization (ITTO). Penggundulan Hutan Jatuh Secara Signifikan di Tahun 2010, Menurut Data Pendahuluan (09/06/2010) Penggundulan hutan di Amazon Brazil turun secara signifikan sejak tahun lalu, menurut estimasi awal yang dikeluarkan oleh National Institute for Space Research (INPE) Brazil dan Imazon, LSM berbasis di Brazil yang melacak hilangnya hutan dan degradasi di seluruh Amazon. Dapatkah Perangkap Kamera Selamatkan Kehidupan Rimba di Seluruh Dunia? (09/06/2010) Aman untuk dikatakan bahwa perangkap kamera yang sederhana telah merevolusi konservasi kehidupan rimba. Alat unik yang sederhana ini - kamera digital otomatis yang mengambil foto dengan flash setiap seekor hewan memicu sensor infra merah - memungkinkan para ilmuwan, dengan sedikit biaya dan usaha yang relatif - paling tidak jika dibandingkan dengan menjelajahi hutan tropis dan rawa mencari kotoran dari badak yang terancam punah. Saat ini peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan Zoological Society of London (ZSL) menggunakan fungsi perangkap kamera satu langkah lebih maju: penelitian dalam Animal Conservation menggunakan metodologi baru, dinamakan Wildlife Picture Index (WPI), untuk menganalisa tren populasi dari 26 spesies di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera Indonesia. Sementara penelitian tersebut menemukan suramnya penurunan spesies, penelitian tersebut menunjukkan potensi perangkap kamera untuk menggerakkan konservasi maju karena penggunaannya menandai pertama kalinya peneliti menggunakan perangkap kamera untuk menganalisa tren populasi jangka panjang dari banyak spesies. Foto: Bunglon 'Tarzan' Ditemukan di Madagaskar (09/04/2010) Ilmuwan telah menemukan spesies baru dari bunglon di suatu blok kecil hutan hujan di Madagaskar. Foto: Katak Terkecil Asia Ditemukan Hidup di Dalam Tumbuhan Karnivora di Borneo (09/04/2010) Satu dari katak terkecil di dunia ditemukan hidup di dalam tumbuhan kantong semar di Borneo, menurut laporan Conservation International, kelompok konservasi yang bersama dengan IUCN sedang mendukung kampanye untuk mencari beberapa "amfibi yang hilang" di dunia. Foto: Anak Harimau Hidup Ditemukan di Bagasi Check-In di Antara Mainan Boneka Harimau (09/04/2010) Anak harimau berusia dua bulan ditemukan dibius dan disamarkan di antara mainan boneka harimau di dalam barang bawaan wanita di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok hari Minggu, menurut laporan TRAFFIC, jaringan pemantau perdagangan hewan liar. Populasi Orang Utan di Daerah Hutan Asli Runtuh (09/04/2010) Tingkat perjumpaan dengan orang utan telah jatuh enam kali lipat di Borneo selama 150 tahun ini, menurut laporan tulisan para peneliti dalam jurnal PLoS One. Kera Menakjubkan Ditemukan di Amazon Kolombia (09/03/2010) Sementara Amazon dihabisi pelan-pelan dari segala sisi oleh penebangan, pertanian, jalanan, peternakan, pertambangan, eksplorasi gas dan minyak, pengumuman spesies kera baru hari ini membuktikan bahwa hutan hujan tropis terbesar dunia masih memiliki banyak kejutan untuk dimunculkan. Ilmuwan dari National University of Colombia dan didukung oleh Conservation International (CI) dalam jurnal Primate Conservation telah mengumumkan penemuan kera baru ini di perbatasan Kolumbia dengan Peru dan Ekuador. Spesies baru ini adalah kera titi, dinamakan Titi Caquetá (Callicebus caquetensis). Bagaimanapun, pengumuman ini muncul bersamaan dengan kekhawatiran mendalam karena peneliti mengatakan bahwa sepertinya spesies baru ini telah sangat terancam punah akibat populasinya yang sedikit hidup di sekitar daerah yang sedang mengalami penggundulan hutan pesat untuk pertanian. Norwegia Didesak untuk Putuskan Saham atas Perusahaan Perusak Hutan Lainnya (09/03/2010) Climate and Forests Initiative Norwegia, yang telah menyisihkan milyaran dolar untuk usaha pengurangan penggundulan hutan, sebaiknya bekerja dengan Menteri Keuangan negara tersebut untuk mencabut Dana Pensiun Pemerintah dari perusahaan yang menghancurkan hutan, ujar Environmental Investigation Agency (EIA), sebuah kelompok lingkungan hidup. Penebangan Bisa Tenggelamkan Lahan Gambut Indonesia, Rusak Kebersinambungan Industri Sagu Lokal (09/03/2010) Konsesi industri penebangan di pulau-pulau lepas pantai Sumatera mengancam untuk merusak komunitas industri yang berkesinambungan yang mungkin memegang kunci untuk melindungi lahan gambut Indonesia yang padat karbon, tapi hampir punah. Norway Lepaskan Diri dari Perusahaan Penebangan Malaysia Akibat Perusakan Hutan Hujan (09/02/2010) Dana pensiun Pemerintah Norwegia menjual seluruh saham sebesar 16 juta dari Samling Global, sebuah perusahaan kayu Malaysia, setelah menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan "pelanggaran serius" dengan menebangi pohon di luar wilayah konsesi dan menghancurkan hutan hujan yang dilindungi, menurut laporan Bruno Manser FUnd. Penjualannya, sebesar USD 1,2 juta, mewakili sekitar 0,3 persen dari saham luar biasa perusahaan berdasarkan penutupan harga pasar hari ini di Hong Kong. Dugaan Penipuan Melawan Kelapa Sawit Raksasa Meluas, Nodai Auditor dan Inisiatif Kelapa Sawit Berkesinambungan (09/02/2010) Sinar Mas, konglomerat Indonesia yang kepemilikannya mencakup Asia Pulp and Paper, merk produk kertas, dan PT Smart, produsen kelapa sawit, ditegur dengan keras Rabu lalu atas laporan baru-baru ini di mana mereka menyatakan tidak berhubungan dengan perusakan hutan dan lahan gambut. Paling tidak satu dari perusahaannya, Golden Agri Resources, saat ini menghadapi investigasi atas kesengajaan menyesatkan pemegang sahamnya dalam arsip-arsip korporasinya. Dapatkah Biochar Selamatkan Dunia? (09/01/2010) Biochar - penggunaan arang yang diproduksi dari membakar biomassa untuk pertanian - mungkin merupakan saru dari revolusi lingkungan dan sosial yang terpenting di abad ini. Praktek yang sepertinya sederhana ini - sebuah teknologi yang kembali ke ribuan tahun yang lalu - memiliki potensi untuk membantu mengurangi sebagian masalah dunia yang mengakar: kelaparan, kurangnya kesuburan tanah di daerah tropis, perusakan hutan hujan akibat pertanian tebang-dan-bakar, dan bahkan perubahan iklim. Gazprom, Shell dan Clinton Foundation Dukung Kesepakatan Karbon Hutan Hujan di Borneo (08/30/2010) Proyek konservasi hutan yang didukung oleh Shell, Gazprom Market and Trading dan Clinton Foundation di Pulau Borneo telah memenangkan persetujuan di bawah standar perhitungan karbon, menurut laporan Reuters. Rencana Konservasi Hutan Indonesia Mungkin Tidak Cukup untuk Kurangi Emisi (08/30/2010) Sepertiga dari emisi gas rumah kaca Indonesia dari penggundulan hutan berasal dari wilayah yang tidak secara resmi disebutkan sebagai "hutan" membuat usaha untuk mengurangi emisi dari penggundulan dan degradasi hutan (REDD+) akan gagal kecuali mereka mencakup karbon di seluruh lanskap negara, sebuah laporan baru yang dipublikasikan oleh World Agroforestry Centre (CGIAR) memperingatkan. (08/06/2010) Laporan terbaru dari Chatham House mengungkapkan pembalakan liar di hutan tropis nasional di seluruh dunia secara umum menurun. Temuan ini membuktikan regulasi-regulasi baru dan usaha internasional dalam memerangi pembalakan liar berdampak positif. Menurut laporan tersebut, total kayu ilegal yang dihasilkan di seluruh dunia turun hingga 22% sejak tahun 2002. Chatham House juga menyebutkan negara penghasil dan pengguna kayu ilegal harus menempuh jalan berliku untuk melakukan pembalakan liar. Capung Kalimantan (08/05/2010) Pasir Panjang, Kalimantan - Seandainya bukan harta karun hutan bukanlah apa-apa. Ini hanya terlihat jelas ketika di pagi hari, saat permadani hijau tak hanya berkilau oleh kristal embun , namun juga oleh gemerlap lembut sayap capung. Makhluk-makhluk ini bervariasi dalam warna, ukuran serta bentuk dari capung kolam yang setipis benang , hingga pemburu belang berisi yang benar-benar merupakan naga kecil. Saat binatang ini saling berkumpul dalam jumlah melimpah seperti ini, tidak sulit untuk mengamati perilaku mereka, yang jauh lebih menarik perhatian dari yang bisa ditunjukkan oleh seekor makhluk berotak lamban; mereka melakukan sinkronisasi tarian kawin yang kompleks di atas air, dan saling berpacu dari batang ke batang. Yang bersayap merah melakukan sentakan sayap secara mekanis yang aneh, empat-gerakan begitu mereka mendarat di satu cabang, dan yang berwarna biru tidak pernah bertengger pada apa pun kecuali di batang kayu. Terdapat sekawanan (sekelompok capung akan Anda sebut apa?) yang berputar-putar di depan gedung Pusat Perawatan setiap sore, dengan sayap hitam emas yang cantik, tapi saya tidak tahu tempat mereka menghabiskan waktu, jadi saya tidak pernah berhasil memperoleh satu foto pun.Penduduk setempat menceritakan tentang seekor capung raksasa (Capung dalam bahasa Indonesia, Sensibur dalam dialek Dayak) yang hanya keluar pada jam-jam di sore hari yang sulit dipahami yang masih harus saya ungkap. Ini hanyalah salah satu permata yang dapat dikagumi dalam sepotong hutan hujan tropis. Saya mengatakan sepotong karena ini dasarnya potongan 80 hektar hutan rawa sekunder di sekitar OFI (Orangutan Foundation International) Pusat Perawatan dan Karantina Orangutan. Tapi sebuah potongan yang, selain berkilauan dengan capung, dipenuhi oleh bunga berwarna-warni, kicauan burung-burung tropis yang menakutkan dan berulang-ulang serta menyelubungi hidung dengan aroma yang berkisar dari wangi surgawi hingga bau busuk. Faktanya, keanekaragaman hayati yang kaya ini yang telah menarik para naturalis dan ahli biologi ke daerah tropis selama berabad-abad masih bertahan dalam menghadapi berbagai kekuatan yang mengancam memusnahkan mereka, dan setiap bagian hutan yang selamat merupakan bukti dari kekayaan itu. Orangutan Foundation International, yang berbasis di selatan Kalimantan Tengah (Bahasa Indonesia dari Borneo), di mana penulis setia Anda saat ini bekerja sebagai relawan, sangat yakin untuk melindungi hutan hujan tropis, tidak peduli terdapat orangutan di dalamnya maupun tidak. Ancaman terbesar bagi hutan-hutan lokal adalah pengembangan perkebunan kelapa sawit, dan tebang habis berasosiasi. Saat ini kami sedang melakukan sebuah proyek ambisius untuk membeli dan melindungi hampir seluruh hutan yang tersisa di sekitar Pusat Perawatan, dan menciptakan sebuah cagar alam hutan rawa-kerangas seluas 6.000 hektar yang privat dan sangat dilindungi. Es Kutub Utara Capai Catatan Terendah untuk Juni (07/22/2010) Di bulan Juni, rata-rata es laut yang ada di Kutub Utara tercatat terendah untuk bulan tersebut, menurut National Snow and Ice Data Center (NSIDC). Diukur oleh satelit, pergerakan musiman es Kutub Utara telah dilacak sejak 1979 dengan penurunan dramatis yang diamati selama 30 tahun ini. Penurunan ini dikaitkan oleh para ahli dengan perubahan iklim. Cina Sita Sekitar 2.000 Trenggiling yang Diperdagangkan Ilegal (07/20/2010) Memasuki sebuah kapal pengangkut parang pagi-pagi di tanggal 6 Juni, pegawai bea cukai menemukan 2.090 trenggiling beku dan 92 bungkus sisik trenggiling, seberat 3.960 pound. Dijalankan oleh lima orang Cina dan satu Malaysia, kapal tersebut sedang menunggu instruksi melalui telepon satelit untuk bertemu dengan kapal lain untuk transfer kargo ilegal saat masih di laut. Perusakan Hutan Skala Besar di Sumatera Lemahkan Kesepakatan Indonesia dengan Norwegia (07/16/2010) Meski pemerintah Indonesia menikmati perjanjian terakhir dengan Norwegia untuk memperlambat penggundulan hutan dalam bentuk miliaran dolar AS, sebuah laporan baru dari Eyes on the Forest menunjukkan bukti fotografis dari banyak penggundulan hutan yang tidak sesuai dengan pemerintah yang tidak menghargai beberapa hukum Indonesia. Sangat memalukan, laporan dan foto tersebut mengungkap bahwa dua perusahaan Asian Pulp and Paper (APP) dan Asia Pacific Resource International (APRIL), telah menghancurkan 5 persen dari hutan Propinsi Riau sejak tahun 2009, termasuk lahan gambut yang dalam, hutan dengan nilai pelestarian tinggi (high conservation value forests/HCVF), habitat harimau Sumatera yang Sangat Terancam Punah, dan hutan di dalam Giam Siak Kecil - Cagar Alam Biosfer Bukit Batu UNESCO. Jumlah totalnya, lebih dari 130 hektar (sebuah wilayah yang lebih luas dari Hong Kong) kebanyakan hutan gambut dihancurkan untuk bubur kayu. Membayar untuk Alam: Terapkan Harga atas 'Pelayanan Ekosistem' (07/15/2010) Sejak manusia masuk ke dunia, alam telah memberikan pada kita berbagai ragam yang luas pelayanan esensial dan 'gratis': beberapa di antaranya adalah produksi pangan, penyerbukan, kesehatan tanah, penyaringan air, dan penahanan karbon. Para ahli menamakan ini 'pelayanan ekosistem'. Pelayanan seperti ini, meski vital untuk penghuni bumi, telah banyak sekali tidak dihargai di jaman industri, paling tidak secara resmi. Namun, sementara krisis lingkungan menumpuk di seluruh dunia, sekelompok ilmuwan, pelaku ekonomi, pemerhati lingkungan, dan pembuat kebijakan yang jumlahnya makin berkembang mulai mempertimbangkan untuk memberikan nilai uang pada 'pelayanan ekosistem'. Moratorium Kedelai Amazon Diperpanjang (07/15/2010) Petani Brazil telah memperpanjang moratorium mereka atas penggundulan hutan Amazon untuk setahun lagi, menurut laporan Greenpeace. Dalam Pertempuran Selamatkan Hutan, Aktivis Incar Korporasi (07/12/2010) Korporasi besar, bukan petani skala kecil, saat ini merupakan pendorong utama di belakang perusakan hutan tropis dunia. Dari Amazon ke Madagaskar, aktivis telah mengarahkan aksi mereka pada perusahaan-perusahaan ini - sejauh ini dengan keberhasilan yang terbatas. Eropa Halangi Kayu Ilegal dari Pasar (07/09/2010) Parlemen Eropa hari ini memilih dengan sangat untuk menghalangi kayu yang ditebang secara ilegal dari pasar UE. Kekerasan sebagai Bagian dari Perdagangan Kayu Ilegal, Ujar Aktivis yang Diculik (07/09/2010) Parlemen Eropa melakukan tindakan historis hari ini dengan memilih dengan sangat untuk melarang kayu ilegal dari pasarnya. Untuk aktivis di dunia, pelarangan pada kayu ilegal di UE merupakan alasan untuk merayakannya, namun untuk satu aktivis, Faith Doherty dari Environmental Investigation Agency (EIA), tindakan tersebut memunculkan gaung yang istimewa. AS menjanjikan 136.000.000 dolar untuk lingkungan hidup di Indonesia (07/08/2010) AS telah menjanjikan $ 136.000.000 untuk lingkungan hidup dan prakarsa perubahan iklim di Indonesia selama tiga tahun ke depan lapor Reuters. Pada awal tahun, Norwegia menjanjikan jumlah sebesar tujuh kali lebih besar dari AS (satu miliar dolar AS) untuk memerangi deforestasi di negara Asia Tenggara. Elle MacPherson mempromosikan penggunaan cula badak ilegal [Peringatan: Gambar Grafis] (07/08/2010) Walaupun sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa cula badak tidak bersifat menyembuhkan, supermodel, pengusaha, dan saat ini adalah pembawa acara Britain's Next Top Model, Elle MacPherson, berkata bahwa dia mengonsumsi bubuk cula badak sebab: '[ini] mujarab bagi saya'. Dalam sebuah wawancara dengan The Times Online via Twitter, Elle MacPherson berkata bahwa bahan ilegal ini rasanya seperti 'tulang dan jamur yang diancurkan'.
Walmart Menjawab soal Penghancuran Hutan Indonesia(07/08/2010) Walmart memprotes pernyataan Greenpeace yang menyebut perusahaan retail ini terlibat penghancuran hutan di Indonesia. Walmart memasarkan produk Asia Pulp and Paper, anak perusahaan Sinar Mas Group yang bertanggung jawab atas penggundulan hutan Indonesia. Menghentikan Penggundulan Hutan Dapat Mendorong Agrikultur Brazil (07/08/2010) Menghentikan penggundulan hutan di Amazon dapat mendorong keuntungan dari sektor agrikultur Brazil sebesaar USD 145-306 milyar, menurut perkiraan analisa baru yang dikeluarkan oleh Avoided Deforestation Partners, sebuah kelompok yang mendorong pembuatan Undang-undang Iklim A.S. yang mencakup peranan kuat untuk pelestarian hutan.
KFC dan Walmart Turut Rusak Hutan Indonesia(07/06/2010) Perusahaan besar asal Amerika Serikat berandil besar terhadap kerusakan hutan tropis di Indonesia melalui pengadaan kertas dari Asia Pulp and Paper (APP), anak perusahaan Sinar Mas. Demikian laporan Greenpeace seperti dirilis situs mongabay.com. Berdasarkan investigasi di dua tempat di Sumatera, Greenpeace mendokumentasikan perusakan hutan tropis dan tanah gambut yang dilakukan APP, perusahaan yang beberapa tahun terakhir kehilangan rekan bisnis utamanya akibat buruknya catatan mereka terkait lingkungan. APP sejak meluncurkan image baru untuk meraih kembali bisnis mereka di dunia Barat. Meski demikian, Greenpeace melaporkan Carrefour, Tesco, dan Kraft secara bertahap mengurangi penggunaan produk yang dihasilkan APP. Sedangkan Kimberly-Clark, Nestle, dan Unilever menerapkan kebijakan yang akan mengesampingkan penggunaan produk dari APP, sebelum perusahaan itu melakukan perubahan yang signifikan. Papua Nugini Cabut Perlindungan Hak Lahan Komunal, Membuka Pintu bagi Bisnis Besar (07/05/2010) Pada 28 Mei, parlemen Papua Nugini meloloskan amandemen dengan cakupan luas yang memproteksi perusahaan sumber daya dari tuntutan yang berkaitan dengan perusakan lingkungan, hukum ketenagakerjaan, dan penganiayaan pemilik lahan. Masalah-masalah yang terkait pada lingkungan kini dapat diputuskan oleh pemerintah tanpa kemungkinan tuntutan di kemudiannya. Para ilmuwan memperingatkan bahwa Malaysia mengonversi hutan tropis menjadi perkebunan karet (07/04/2010) Asosiasi Biologi dan Konservasi Tropis (ATBC) mengutuk peningkatan praktek mengonversi hutan tropis menjadi perkebunan karet di Malaysia, dengan alasan bahwa konversi tersebut mengancam keanekaragaman hayati Malaysia, spesies terancam punah, dan melepaskan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Minyak Kelapa Ramah Lingkungan Tiba di Amerika Serikat (07/01/2010) Pengiriman pertama minyak kelapa yang tersertifikasi di bawah kriteria kebersinambungan telah tiba di Amerika Serikat, menurut Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Menanam Pohon Ara dapat Selamatkan Spesies Terancam di Borneo (07/01/2010) Di salah satu hutan yang paling terpencil dan tak terganggu di Borneo, Lembah Maliau di kota Sabah, Malaysia, peneliti memilih sebuah pohon ara (Ficus caulocarpa) dan mensurvey spesies yang makan dari pohon tersebut dalam periode 5 hari. Penemuan mereka, dipublikasikan dalam Tropical Conservation Science, menunjukkan bahwa pohon ara dalam periode waktu yang pendek memberi makan banyak sekali persentase spesies yang terancam punah, mendorong para peneliti untuk menyarankan penanaman kembali pohon ara ini di hutan-hutan yang tak terganggu sebagai cara untuk menyelamatkan frugivora (spesies pemakan buah) dari kepunahan. Blokade Penebangan oleh Pribumi di Borneo Berujung Kekerasan (06/30/2010) Blokade jalan yang diorganisir oleh ketua suku Penan di Borneo Malaysia berubah menjadi kekerasan di akhir minggu ketika pejebat perusahaan kayu diduga memukul pemrotes setempat, menurut laporan Bruno Manser Fund. Kepolisian negara Malaysia, yang tiba dengan kendaraan perusahaan penebangan, kemudian meminta warga Penan untuk membuka blokadenya, yang dibuat untuk memprotes penebangan lahan hutan hujan yang masih terus berlangsung. Penipuan Amazongate (06/30/2010) Sunday Times selama akhir minggu menarik kembali kolom yang menuduh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) melakukan "klaim hutan hujan palsu" saat mereka mengutip laporan yang memperingatkan bahwa hingga 40 persen Amazon dapat terpengaruh "secara drastis" oleh perubahan iklim. PBB Peringatkan Harga Makanan Dapat Meningkat hingga 40 Persen (06/29/2010) Sebagian harga makanan pokok dapat naik hingga sebanyak 40 persen di dekade ke depan, menurut laporan baru oleh Food and Agriculture Organization (FAO) PBB. Situs Web Tarik Perhatian pada Margasatwa dan Daerah Liar (06/29/2010) Dua belas tahun yang lalu, seorang pengelana muda bernama Rhett Butler dari San Fransisco, California, mengunjungi hutan hujan Sabah di Borneo Malaysia. Di salah satu wilayah hutan hujan, ia melihat orangutan bergerak di antara pepohonan. Itu adalah pemandangan untuk diingat, di daerah untuk diingat. Wawancara dengan Rhett Butler (06/29/2010) Rhett Butler, pendiri mongabay.com, berbicara dengan Laurel Neme di siaran radio dan podcast "The WildLife" tentang apa yang membisiki dia untuk membangun situs web lingkungan hidupnya dan juga mengenai beberapa kisah menarik dan aneh yang dia kejar di Madagaskar, Amazon, dan di sekeliling dunia. Wawancara ini dilakukan di akhir Maret dan aslinya disiarkan 10 Mei 2010. Wawancara ini ditulis oleh Diane Hannigan. Malaria meningkat 50 persen setelah penggundulan hutan di Amazon (06/21/2010) Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggundulan hutan di Amazon membantu penyebaran penyakit dengan menciptakan lingkungan optimal bagi nyamuk pembawa malaria. Penelitian ini, dipublikasikan online melalui jurnal CDC Munculnya Penyakit Infeksi, menemukan bahwa pembabatan hutan di Amazon Brazil meningkatkan kemunculan malaria hingga hampir 50 persen. Sungai kaya margasatwa terancam akibat pengerukan pasir di Borneo (06/21/2010) Sungai Kinabatangan di kota Sabah Malaysia merupakan rumah dari kekayaan luar biasa spesies, termasuk orangutan, bekantan, dan populasi dari gajah terkecil di dunia, gajah kerdil Borneo. Meski politisi lokal telah menyatakan beberapa kali bahwa ekologi sungai akan dilindungi, penduduk melaporkan beberapa pekerjaan pengerukan tanah yang seharusnya dilarang di sungai. Pengerukan dapat berpengaruh pada aliran sungai, memberi dampak negatif bagi margasatwa, dan mengeluarkan racun dari endapan. Hutan Hujan Australia Hasilkan Kemungkinan Pembunuh Kanker (06/21/2010) Obat yang diperoleh dari tumbuhan asli hutan hujan Australia bisa saja menjadi senjata baru melawan kanker, menurut AFP. QBiotics Ltd telah mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa sebuah obat yang terbuat dari bibit semak-semak hutan hujan telah berhasil mengobati tumor di lebih dari 150 hewan, dan perusahaan ini sekarang sedang mempersiapkan menguji obat tersebut pada manusia. Raksasa Swiss perintahkan penyelidikan pada pemasok minyak kelapa terbesarnya (06/19/2010) Migros, rantai supermarket terbesar di Swiss, akan mengajukan pengaduan resmi kepada Grup IOI Malaysia setelah pengembang minyak kelapa mereka terkait dengan pembabatan hutan ilegal dan pelanggaran batas lahan penduduk asli, menurut laporan Bruno Manser Fund. Kesenjangan adat istiadat tradisional antara muda versus tua di Tana Toraja Indonesia (06/19/2010) Masyarakat Toraja di Sulawesi Tengah, Indonesia, telah lama dikenal atas kemewahan perayaan mereka akan kematian di pemakaman, kuburan, dan patung-patung. Tak jauh di luar Rantepao, ibukota daerah Tana Toraja, pemakaman yang mahal dan penuh pertunjukan kerap dilakukan. Namun secara meningkat, ritual seperti ini memecah generasi. Seperti di kebudayaan asli lainnya di dunia, keretakan yang tumbuh di antara yang tua dan yang muda mempertanyakan dasar tradisi mereka. Rencana Indonesia untuk selamatkan hutan hujannya (06/17/2010) Akhir tahun lalu, Indonesia membuat berita di dunia dengan janji yang berani untuk mengurangi penggundulan hutan, yang menghabiskan hampir 28 juta hektar (108 mil persegi) hutan antara tahun 1990 dan 2005 dan merupakan sumber sekitar 80 persen dari emisi gas rumah kaca. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia dengan sukarela akan memotong emisi sebesar 26 persen - dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional yang sesuai - dari batas dasar yang diproyeksikan di tahun 2020. UE amanatkan standar lingkungan biofuel untuk lindungi hutan dan lahan basah (06/15/2010) UE kini bergerak untuk membuat standar lingkungan untuk biofuel yang digunakan di Eropa, mensyaratkan biofuel untuk memberikan "pengurangan substansial" pada emisi gas rumah kaca dan tidak menghasilkan perubahan fungsi hutan atau lahan basah, menurut pernyataan dari Komisi Eropa. Hutan rimba Borneo merupakan ilusi: pepohonan tumbuh di padang pasir (06/15/2010) Rimbunnya hutan hujan yang hijau di Kalimantan Tengah (Borneo Indonesia) tumbuh di padang pasir. Ilusi kekayaan dan karunia organik tak ada yang lebih kuat dari yang ada di hutan-hutan pesisir dan mangrov, hutan rawa dan padang rumput. Pepohonan yang menjulang tinggi dan keanekaragaman flora dan fauna yang memusingkan menunjukkan bahwa terdapat cadangan energi dan kehidupan yang tersimpan di suatu tempat di daerah tersebut, dan seluruh organisme hidup tertarik pada cadangan luar biasa ini. Tak ada yang bisa lebih benar dari kebenaran. Janji Pemerintah Indonesia hasilkan asap: kebakaran meningkat 59 persen (06/15/2010) Pemerintah Indonesia gagal memenuhi janjinya untuk mengurangi kebakaran di seluruh negara tropis tersebut tahun lalu. Alih-alih, Laporan Lingkungan Hidup Kenegaraan 2009 menunjukkan kenaikan sebesar 59 persen titik api dari 19.192 titik di tahun 2008 menjadi 32.416 titik tahun lalu, menurut laporan The Jakarta Post. Restorasi lahan gambut menangkan dukungan dalam usaha pengurangan emisi karbon (06/15/2010) Badan yang dibebani dengan pembuatan kerangka kerja untuk perjanjian iklim global akan menghitung emisi dari degradasi lahan gambut, sumber dari perkiraan kasar 6 persen emisi gas rumah kaca. Laporkan mengenai penggundulan hutan dan polusi itu berbahaya (06/15/2010) Jurnalis yang melaporkan tentang penggundulan hutan dan polusi semakin beresiko mendapat kekerasan, dipenjara, atau tuntutan, tulis laporan baru yang dikeluarkan minggu lalu oleh Reporters Without Borders. Indonesia identifikasi wilayah-wilayah yang memungkinkan untuk proyek pertama pelestarian hutan (06/14/2010) Pemerintah Indonesia telah menyebutkan empat hutan yang bisa digunakan sebagai proyek pertama untuk kesepakatan pelestarian mereka dengan Norwegia, menurut Jakarta Post. Kesepakatan tersebut, melibatkan milyaran dolar Amerika dari Norwegia, diharapkan dapat membantu Indonesia mencegah dengan keras penggundulan hutan di seluruh pelosok negara, yang dulunya menyebabkan Indonesia menjadi penghasil emisi gas rumah kaca tertinggi ketiga di seluruh dunia. Buaya air asin berselancar menyeberangi lautan (06/14/2010) Meski merupakan perenang yang buruk, peneliti menemukan bahwa buaya air asin (juga dikenal sebagai estuarin) biasa melakukan perjalanan jauh di lautan terbuka dengan menunggangi arus laut. Penemuan ini, dipublikasikan di Journal of Animal Ecology, memecahkan misteri yang belum diketahui mengenai kenapa buaya air asin (Crocodylus porosus) ditemukan di banyak tempat dengan cakupan jarak yang jauh di seluruh Pasifik, dan tidak menyimpang menjadi spesies yang berbeda. Pencitraan satelit NASA tunjukkan rekaman rendahnya salju di Amerika Serikat (06/12/2010) Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, tutupan salju mengalami kemunduran ke tingkat terendah yang pernah terekam di Amerika Utara pada akhir April ini. Tutupan salju tersebut 2,2 juta kilometer persegi di bawah rata-rata. Dengan rekaman keberadaan salju yang dimulai tahun 1967, ini adalah yang terendah dalam 43 tahun dan dengan anomali negatif terbesar selama 521 bulan. Korupsi bisa rusak REDD (06/12/2010) "Melindungi hutan akan sangat krusial untuk mengurangi perubahan iklim, namun pengalaman sebelumnya memberitahu kami bahwa tanpa pemerintakan yang transparan dan efektif serta pemantauan independen yang efektif, uang akan gagal untuk menyelesaikan masalah," jelas Laura Furones dari Global Witness dalam rilis pers. "REDD membawa resiko wajar bagi hutan dan masyarakat lokal dan hanya akan berhasil jika masyarakat sipil tergabung sebagai pengawas independen." Wilayah dilindungi yang baru di Brazil berkontribusi atas kejatuhan utama tingkat penggundulan hutan (06/11/2010) Wilayah-wilayah yang dilindingi di Amazon Brazil membuktikan tingginya efektifitasnya dalam mengurangi kehilangan hutan di hutan hujan terbesar di dunia, menurut laporan dari sebuah penelitian baru yang berdasar pada analisis tren penggundulan hutan di dan sekitar teritori pribumi, taman, kekuasaan militer, dan cagar alam dengan penggunaan yang berkesinambungan. 18.225 spesies baru ditemukan di tahun 2008 (06/11/2010) Di tahun 2010 peneliti di State of Observed Species mengumumkan bahwa 18.225 spesies hidup ditemukan di tahun 2008. Sebagai tambahan, 2.140 spesies yang telah punah ditemukan dari fossil. Foto-foto tunjukkan daerah mirip-surga untuk lokasi pembangkit listrik batu bara di Borneo (06/11/2010) Dengan seluruh perhatian dunia sedang mengarah pada bencana lingkungan di Teluk Meksiko, banyak yang mulai merenungkan kebenaran dari tidak hanya Amerika, tapi ketergantungan dunia akan bahan bakar fossil. Meski begitu proyek-proyek pengadaan energi berbahan bakar fosil skala besar terus berjalan maju, termasuk di kota Sabah, Malaysia di Borneo yang akan membangun 300 MW pembangkit listrik batu bara, yang telah mendapatkan perlawanan sengit dari masyarakat lokal (sebelumnya, proyek ini sudah dipaksa untuk memindahkan lokasinya dua kali). Dalam penawaran terbaru pembangkit listrik akan dibangun di pantai yang masih belum dikembangkan yang menghadap ke Segitiga Batu Karang, seperti yang terlihat dalam foto-foto di bawah, salah satu lingkungan laut dengan keanekaragaman hayati yang paling banyak, sementara jalur-jalur transmisi akan melalui hutan hujan asli di sekitarnya yang merupakan rumah bagi beberapa spesies terancam punah, termasuk orangutan dan badak Borneo. Malaysia perkenalkan hukum baru yang keras mengenai margasatwa (06/11/2010) Di akhir tahun ini, Malaysia akan mulai memberlakukan Undang-undang Pelestarian Margasatwa 2010 yang baru, termasuk denda yang lebih ketat untuk perburuan dan kejahatan lain yang terkait dnegan margasatwa, seperti hukuman berat untuk kekejaman pada margawatwa dan kebun binatang yang beroperasi tanpa izin. Buku anak-anak tentang hutan hujan terkait dengan perusakan hutan hujan (06/08/2010) Membeli buku anak-anak kemungkinan sebabkan penggundulan hutan di hutan hujan padat karbon dan keragamanhayati secara langsung, menurut laporan baru dari Rainforest Action Network (RAN). Dalam penemuan yang menggarisbawahi ironi masalah tersebut, RAN bahkan menemukan bahwa buku tentang perlindungan hutan hujan mengandung serat dari hutan di Indonesia. Kebingungan izin hutan di Indonesia dan kesepakatan pelestarian dengan Norwegia (06/08/2010) Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintah tidak akan mencabut izin hutan yang telah ada untuk mengembangkan hutan alami di bawah kesepakatan pelestarian bernilai milyaran dolar dengan Norwegia yang ditandatangani minggu lalu. Kontribusi Norwegia sebesar milyaran dolar untuk hutan Indonesia tidak termasuk skema penghutanan kembali nasional (06/08/2010) Kontribusi Norwegia sebesar milyaran dolar untuk pelestarian hutan dan lahan gambut di Indonesia tidak akan mendanai penghutanan kembali di wilayah-wilayah yang gundul, menteri pemerintahan memberitahu The Jakarta Post. Indonesia akan cabut perizinan konsesi minyak kelapa di bawah kesepakatan mengenai hutan (06/07/2010) Indonesia akan mencabut perizinan hutan yang telah ada untuk menebang hutan alam di bawah kesepakatan milyaran dolar kesepakatan iklim dengan Norwegia yang ditandatangani minggu lalu, lapor Reuters. Indonesia umumkan penundaan dalam pemberian konsesi hutan baru (06/05/2010) Sebagai pemilik salah satu tingkat tertinggi penggundulan hutan di dunia, emisi ketiga terbesar di dunia sebagian besar karena hilangnya hutan, dan kekayaan keragaman hayati yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah-tengah hilangnya habitat skala besar, Indonesia hari ini mengumumkan perjanjian yang mungkin saja menjadi awal dari penghentian hilangnya hutan di negata Asia Tenggara. Indonesia mengumumkan di Olso, Norwegia, penundaan 2 tahun dalam memberikan konsensi baru pada hutan hujan dan hutan gambut dimulai bulan Januari 2011, bagaimanapun konsesi yang telah diberikan pada perusahaan tidak akan dihentikan. Pengumuman ini muncul seiring dengan diterimanya USD 1 milyar dari Norwegia untuk membantu negara tersebut menghentikan penggundulan hutannya. Norwegia sediakan USD 1 milyar bagi Indonesia untuk lindungi hutan hujan (06/05/2010) Norwegia akan menyediakan hingga USD 1 milyar bagi Indonesia untuk membantu mengurangi penggundulan hutan dan degradasi hutan, menurut laporan The Jakarta Post. Nestle menyerah pada tekanan aktivis tentang minyak kelapa (06/04/2010) Nestle berusaha menghilangkan produk dengan "footprint penggundulan hutan". Brazil luncurkan dorongan besar untuk minyak kelapa berkelanjutan di Amazon (06/04/2010) Usaha minyak kelapa "yang berkesinambungan" dapat menekan Malaysia dan Indonesia dalam prestasi di area lingkungan hidup dari minyak sayur yang banyak digunakan. Ukuran panjang pertama yang didapatkan dari ular laut raksasa dari kedalaman: oarfish (06/03/2010) Para peneliti telah mendapatkan apa yang mereka percaya sebagai ukuran panjang pertama dari oarfish, spesies yang kemungkinan melatarbelakangi kisah-kisah legenda mengenai ular raksasa. Laporan pemerintah Indonesia rekomendasikan penangguhan konversi lahan gambut (06/03/2010) Sebuah penelitian yang dikeluarkan oleh pemerintah merekomendasikan penangguhan konversi lahan gambut agar dapat memenuhi target emisi gas rumah kaca yang dijanjikan untuk tahun 2020, menurut laporan Jakarta Post. Foto: Blobfish Agar-Agar dalam bahaya (06/03/2010) Spesies yang dijuluki "ikan paling menderita di dunia" beresiko terancam punah akibat praktek penangkapan ikan yang buruk, menurut laporan The Daily Telegraph. Perusahaan-perusahaan singkap resiko penggundulan hutan di rantai pasokan mereka (06/03/2010) Sebuah prakarsa yang ditujukan untuk membasmi penggundulan hutan dengan cara meningkatkan transparansi rantai pasokan global mengungkapkan hasil survey pertamanya pada hari Rabu, menemukan bahwa kebanyakan perusahaan sebelumnya tidak mencari tahu tentang masalah ini. Dari 217 perusahaan yang dihubungi oleh proyek Forest Footprint Disclosure, hanya 35 merespon dengan pengungkapan data keseluruhan, termasuk British Airways, BMW, Travis Perkins, L’Oréal, Weyerhaeuser, Kingfisher, Adidas, Nike, Mondi Marks & Spencer, Sainsbury's, dan Unilever. Pembangkit batu bara bisa rusak cadangan hutan hujan, batu karang, perkebunan minyak kelapa di Borneo Malaysia (06/03/2010) Pembangkit listrik batu bara yang diajukan di Borneo Malaysia bisa merusak batu-batu karang yang terkenal di dunia, mengotori udara dan pasokan air, membuka hutan hujan dengan keanekaragaman hayati Sabah ke pertambangan, dan mengecilkan usaha negara untuk mempromosikan daerah itu sebagai tempat tujuan untuk investasi "ramah lingkungan" dan eko-turisme, para pemerhati lingkungan memperingatkan yang mengarah pada usaha untuk memblokade proyek tersebut. Halaman Utama | Berita lingkungan | XML / RSS | Twitter | Inggris |
MONGABAY.COM Mongabay menyediakan berita tentang konservasi dan lingkungan. CONTENTS
Slideshows Hutan Hujan
SHIRTS HIGH RESOLUTION PHOTOS / PRINTS
|
|
Copyright mongabay 2009 |