MONGABAY.CO.ID Mei 2012



indonesia.mongabay.com kini mongabay.co.id.

amfibi
bali
borneo malaysia
borneo
budaya
burung
capung
deforestasi
flora
foto udara
gajah
gunung palung
hidupan liar
hutan hujan
ikan
invertebrata
jawa
kadal
kalimantan barat
kalimantan selatan
kalimantan tengah
kalimantan
katak
kebakaran
kelapa sawit
konservasi
kupu-kupu
laba-laba
lahan gambut
laut
lembah baliem
mamalia
masyarakat
matahari terbenam
monyet
niugini
orangutan
padi
pantai
papua
pembalakan
perkebunan
pertambangan
pertanian
peucang island
primata
reptil
serangga
sumatera
sungai
tanaman
tangkoko
tanjung puting
ujung kulon
ular

Komitmen-komitmen kertas untuk industri Indonesia
(03/10/2012) Kelompok Asia Pulp & Paper (APP) Indonesia telah menjadi sasaran banyak LSM selama bertahun-tahun karena dugaan dampak negatif terhadap hutan tropis. Hal ini memuncak dalam kampanye spektakuler yang diluncurkan oleh Greenpeace pada tahun 2011 berdasarkan Ken Barbie "dumping". Alasannya adalah bahwa mainan bermerk Mattel dituduh menggunakan produk kertas APP yang terkait dengan tebang habis hutan alam di kepulauan Indonesia. APP mengadakan serangan balik di media dengan penerbitan harian iklan yang mempromosikan praktek pembangunan berkelanjutannya. Wartawan dari seluruh dunia juga diundang untuk menghadiri tur konsesi APP untuk menunjukkan upaya konservasi mereka, dan sejumlah artikel yang kemudian ditulis sesudah itu.


Kontroversial perusahaan pulp dan kertas jaminan paviliyun perubahan iklim Indonesia di Durban
(03/10/2012) Sebuah proporsi yang signifikan dari 3,3 juta USD paviliyun Indonesia pada pembicaraan iklim di Durban didanai oleh perusahaan paper dan kertas, laporan dari Reuters AlertNet.


Picture of the Day, hewan yang kurang dikenal: Kedih
(02/13/2012) Dengan warna bulu yang jelas dan ekspresi tenang terkadang nyaris melankolis, kedih (Presbytis thomasi) adalah salah satu primata Asia yang kurang dikenal. Kedih hanya ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Monyet ini menjelajahi hutan mencari buah dan bunga, dan kadangkala juga makan siput, jamur, serta batang kelapa. Spesies ini kurang dikenal dibandingkan dengan beberapa primata lain di dunia.


Mengapa Indonesia takut Greenpeace?
(01/19/2012) Mengubur kepala dalam pasir merupakan salah satu pendekatan dalam berurusan dengan keluhan-keluhan lingkungan, tapi menilai dari sukses kampanye-kampanye Greenpeace baru-baru ini, mungkin ini bukan salah satu pendekatan yang sangat efektif bagi perusahaan di bidang kehutanan Indonesia, yang bersaing di pasar internasional di mana isu lingkungan adalah kekhawatiran yang nyata dan sedang berkembang.


Brazil akan melancarkan sistem kawalan penyahhutanan baru yang boleh ‘dilihat’ menerusi awan.
(01/12/2012) Brazil akan melancarkan satu resolusi berkenaan sistem kawalan penyahutanan yang berkemampuan untuk mengesan kegiatan pembersihan hutan menerusi keadaan di bawah awan.


2 spesis baru dinosaur, termasuk 15-haiwan bertanduk, telah ditemui di Utah
(01/12/2012) Associated Press melaporkan bahawa saintis telah menemui dua spesis dinosaur di Utah yang sehingga kini belum diketahui spesisnya. Spesis tersebut telah dihuraikan dalam jurnal terbaru PloS ONE.


Amerika menukar utang untuk pelestarian hutan hujan di Indonesia
(11/28/2011) AS memaafkan utang sebanyak 28.500 dollar Amerika ke Indonesia untuk upaya pelestarian hutan di Kalimantan, Borneo Indonesia. Program utang-untuk-alam (debt-for-nature program) adalah bagian dari US Tropical Forest Conservation Act (TFCA).


Penurunan predator puncak dan megafauna 'pengaruh manusia yang paling mudah menyebar pada alam '
(10/06/2011) Populasi serigala di seluruh dunia telah turun sekitar 99 persen dari jumlah populasi yang pernah ada dalam sejarah. Populasi singa jatuh dari 450.000 menjadi 20.000 dalam 50 tahun. Tiga subspesies harimau punah di abad ke-20. Penangkapan ikan yang berlebihan dan pemotongan sirip hiu telah mengurangi beberapa populasi hiu menjadi 90 persen hanya dalam beberapa dekade. Meskipun populasi ikan paus bungkuk meningkat kembali sejak perburuan paus dilarang, mereka masih jauh dari jumlah yang pernah ada dalam sejarah. Sementara beberapa manusia bersedih atas angka statistik yang tmpak seperti kerugian estetika, para ilmuwan saat ini berkata bahwa penurunan tersebut memiliki dampak yang jauh lebih besar pada manusia daripada sekadar menghilangnya hewan ikonik.


Wawancara dengan Staff Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Perubahan Iklim mengenai Inpres No 10 2011 (Moratorium Izin Usaha Baru)
(06/09/2011) da bulan Mei 2011, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Instruksi Presiden mengenai moratorium selama dua tahun, menunda konsesi baru di hutan primer dan lahan gambut. Moratorium ini bertujuan untuk menciptakan kesempatan bagi Indonesia untuk melaksanakan reformasi yang dibutuhkan untuk mengurangi laju deforestasi dan degradasi hutan berdasarkan Letter of Intent dengan Norwegia, yang akan memberikan hiba hingga satu miliar dolar untuk melindungi hutannya.


Dengan Moratorium Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi rendah karbon
(05/27/2011) Pada akhir 1980 di pedalaman hutan Malaysia, peneliti menemukan sejenis tanaman yang hidup dirawa gambut yang mengandung serum anti HIV. Selang setahun kemudian, ketika para peneliti itu kembali untuk mengambil contohnya, tanaman tersebut telah raib. Raibnya tanaman tersebut menimbulkan kepanikan untuk segera menyimpan spesimen yang ada secara seksama, yang kemudian contoh tanaman tersebut disimpan di Kebun Raya Singapura. Hasil studi menunjukkan bahwa senyawa bioaktif Canalolide A dari tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk mengobati AIDS. Obat anti-HIV ini tengah diuji secara klinis, yang bisa menghasilkan ratusan juta dolar per tahun dan memperbaiki kehidupan jutaan orang. Cerita ini sangat penting bagi Indonesia, karena hutan di Indonesia merupakan rumah bagi duapertiga spesies tanaman dan hewan yang ada di permukaan bumi. Dengan anugerah kekayaan biologi yang luar biasa, Indonesia menjadi negara dengan jumlah spesies tanaman dan hewan terbanyak dimuka bumi ini.


Memberantas penebangan liar di Indonesia dengan memberikan kesempatan pada masyarakat lokal untuk mengelola hutan
(04/08/2011) Selama dua puluh tahun terakhir Indonesia telah kehilangan lebih dari 24 juta hektar hutannya, lebih luas dari Negara Inggris. Kebanyakan deforestasi dipicu oleh penebangan untuk pasar ekspor atau internasional. Data dari Bank Dunia menyebutkan, proporsi besar dari penebangan tersebut bersifat ilegal. Telapak, sebuah organisasi keanggotaan yang memiliki beberapa kantor cabang di Indonesia, mengerti permasalahan ini dengan baik. Telapak mendorong gerakan community-logging sebagai rezim baru pengelolaan hutan Indonesia. Telapak melihat pengelolaan hutan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai solusi untuk memberantas penebangan liar dan di saat yang bersamaan menciptakan sumber mata pencaharian yang berkelanjutan.


Indonesia Menuju Pemimpin Global Dalam Pembangunan Karbon Rendah
(03/08/2011) Indonesia siap untuk berada di posisi pemimpin dalam perubahan menuju ekonomi karbon rendah, menurut seorang jurnalis lingkungan yang terkenal.


Apakah Menebangi Hutan Hujan untuk Kertas dan Bubur Kayu Bantu Kurangi Kemiskinan di Indonesia?
(01/21/2011) Tulisan ini diminta oleh email dari beberapa kelompok yang tampaknya (pada saat itu, dan sekarang telah dikonfirmasi) terhubung dengan Asia Pulp and Paper (APP) yang telah membuat klaim mencurigakan mengenai performa lingkungan, sosial, dan dan ekonomi dari industri kertas dan bubur kayu di Indonesia. Evaluasi atas klaim tersebut saat ini telah memunculkan pertanyaan serius akan komitmen APP pada kebersinambungan.


Pemerintah A.S. Bom Guam dengan Tikus Beku untuk Bunuh Ular
(11/04/2010) Dengan usaha yang sangat kreatif untuk menyingkirkan spesies agresif, Departemen Pertanian AS merencanakan untuk menjatuhkan 'bom' di hutan hujan pulau Guam dengan tikus beku mati yang dilapisi acetaminophen. Bom-tikus ini ditargetkan pada ular pohon cokelat, spesies penyerang yang telah membinasakan kehidupan alam setempat, dan membuat marah penduduk setempat, sejak muncul di tahun 1940-an.


Satu Lagi Raksasa Pangan Dukung Kampanye Minyak Kelapa
(11/04/2010) Satu dari pembuat makanan terbesar dunia, General Mills, berjanji untuk hanya memasok dari minyak kelapa yang berkesinambungan dan bertanggungjawab dalam waktu lima tahun ini. Dengan pemberitahuan ini, General Mills menjadi raksasa pangan terbaru yang berjanji untuk menjauhi sumber minyak kelapa yang bermasalah, yang digunakan di semuanya dari makanan olahan hingga produk kesehatan dan kecantikan. Lebih awal, Nestle membuat sebuah janji yang mirip setelah kampanye media sosial yang buruk selama beberapa bulan, sementara Unilever, pembeli minyak kelapa terbesar dunia, telah bekerja sama dengan kelompok lingkungan selama bertahun-tahun.


Kenapa Keragaman Hayati Perlu Diselamatkan
(11/03/2010) Dalam rangka deklarasi tahun 2010 sebagai 'Tahun Internasional Keragaman Hayati' oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) telah memasukkan suatu bagian khusus tentang keragaman hayati dalam Biotropica edisi September 2010.


Suku pribumi, tim peternak menghadapi kebakaran di Amazon
(10/11/2010) Menghadapi wabah kebakaran hutan terburuk dalam tiga tahun, para pemilik peternakan dan suku pribumi di Amazon selatan telah bekerja sama untuk memadamkan hampir dua lusin kobaran api selama tiga bulan terakhir, menawarkan harapan bahwa aliansi baru antar musuh bebuyutan bisa membantu menahan laju deforestasi di Amazon Brasil hingga menurun tajam.


Pelancong Tertangkap dengan 200 Pound Gading Gajah di Empat Koper
(10/09/2010) Petugas bea cukai menemukan 16 buah potongan gading pada pria Malaysia berumur 62 tahun di Suvarnabhumi International Airport Thailand bulan Agustus. Informasi yang belum lama dikeluarkan menunjukkan bahwa pria ini membawa hampir 200 pound (90 kg) gading dalam empat kopor setelah mendarat dari Addis Ababa, Ethiopia.


Amazon yang Belum Rusak Hasilkan Awan dan Hujannya Sendiri
(10/09/2010) Baru-baru ini peneliti mendatangi Amazon Brazil yang terpencil untuk menyelidiki bagaimana awan terbentuh dan hujan turun di suatu atmosfer yang tidak terbebani dengan polusi akibat manusia. Dengan meneliti partikel aerosol atmosfer, yang berdampak pada formasi awan dan partikel-partikel, di atas hutan alami, peneliti menemukan bahwa jika dibiarkan begitu saja, Amazon bertindak sebagai 'bioreaktor'-nya sendiri: awan dan hujan dihasilkan dari banyaknya material tumbuhan.


Penipuan: Asia Pulp & Paper dan World Growth International
(10/06/2010) Sebuah audit baru yang sepertinya membebaskan Asia Pulp & Paper dari tuduhan praktek penebangan yang merusak di Indonesia ternyata dilakukan oleh orang-orang yang sama yang terlibat dalam usaha PR mereka, ini memunculkan pertanyaan tentang komitmen perusahaan tertuduh ini dalam membersihkan operasinya.


Indonesia Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar Ke-3 Namun Pengurangan Penggundulan Hutan Tawarkan Kesempatan Besar, Kata Pemerintah
(10/01/2010) Emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia mencapai 2,1 milyar ton karbon dioksida di tahun 2005, membuatnya sebagai penghasil emisi gas rumah kaca ketiga di dunia, namun menawarkan kesempatan untuk mengurangi emisi secara substansial melalui konservasi hutan, pengurangan penggunaan api, perlindungan lahan gambut, dan manajemen hutan yang lebih baik, menurut laporan rangkaian penelitian yang dikeluarkan awal bulan ini oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) negara.


Berantas Pemburu, Lakukan Penyamaran, Selamatkan Hewan Liar: Semua dalam Satu Hari Kerja Arief Rubianto
(09/30/2010) Arief Rubianto, kepala satuan anti-perburuan di Pulau Sumatera, Indonesia, mendeskripsikan kehidupan sehari-harinya dengan ini: "seperti Mission Impossible". Tidak percaya pada saya? Rubianto telah bertarung melawan penebang liar, baku tembak dengan pemburu, berhasil bertahan selama 4 hari di hutan tanpa makanan, dan bahkan menyamar sebagai pembeli produk hewan liar ilegal - untuk memasuki operasi perburuan. Ketika banyak konservasionis bekerja dari kantor-kantor - kadang kala ribuan mil dari wilayah yang mereka perjuangkan untuk dilindungi - Rubianto bekerja di lapangan (di hutan, di banjir hujan, di bebatuan, di lautan yang tak terprediksi, dan di jam kapanpun dalam sehari), sering kali meresikokan keselamatan hidupnya sendiri untuk menyelamatkan hewan-hewan liar Sumatera yang luar biasa unik dan sangat terancam.


Ketika Sebuah Pulau Mungil Lakukan Pengorbanan Besar, Akankah Seluruh Dunia Melakukan yang Sama?
(09/29/2010) Kiribati, sebuah negara kecil yang terdiri atas 33 pulau karang Pasifik, diramalkan menjadi negara pertama yang terendam akibat kenaikan ketinggian laut. Bagaimanapun, negara ini baru-baru saja membuat sebuah komitmen yang luar biasa: mereka menutup seluas 150.000 mil persegi wilayahnya untuk mencari ikan, sebuah aktivitas yang terhitung hampir separuh dari pendapatan pajak pemerintah. Apa yang menggerakkan negara kecil tersebut melakukan aksi monumental ini? Presiden Anote Tong mengatakan, Kirabati ("Kir-ee-bas") sedang mengirimkan pesan ke seluruh dunia: "Kita harus melakukan pengorbanan untuk menyediakan masa depan bagi anak-anak dan cucu-cucu kita."


Dapatkah Pembayaran Konservasi Hutan Hancurkan Pertanian Organik?
(09/28/2010) Program pembayaran karbon hutan seperti mekanisme pengurangan emisi dari penggundulan hutan dan degradasi (REDD) yang diajukan dapat memberikan tekanan pada teknik pertanian "ramah-alam liar" dengan meningkatkan kebutuhan untuk mengintensifkan produksi pertanian, sebuah makalah yang diterbitkan bulan Juni dalam Conservation Biology memperingatkan.


Jalan Raya Hutan Hujan Peru Picu Melandanya Penggundulan Hutan, Menurut Pemetaan Baru Hutan 3D
(09/27/2010) Ilmuwan menggunakan kombinasi pencitraan satelit, teknologi laser-udara, dan survey plot daratan untuk menciptakan peta karbon resolusi tinggi tiga dimensi dari hutan hujan Amazon telah mendokumentasikan melandanya emisi dari penggundulan hutan dan penebangan selektif mengikuti pengaspalan Trans-Oceanic Highway di Peru.


Hadapi Moratorium dan Kritik di Indonesia, Sinar Mas Cari Kesempatan Baru untuk Minyak Kelapa di Liberia
(09/27/2010) Golden Agri-Resources Singapura, pemegang saham Sinar Mas yang tengah dilawan, mengatakan mereka akan membentuk kerja sama dengan pemerintah Liberia untuk mendirikan perkebunan seluas 220.000 hektar di negara Afrika Barat, menurut laporan Jakarta Globe.


Apakah Perlindungan Karbon Sama Dengan Perlindungan Keragaman Hayati?
(09/27/2010) Perlindungan hutan karena nilai karbonnya melalui skema Emisi yang Berkurang dari Penggundulan Hutan dan Degradasi (REDD) telah meningkat di tahun-tahun terakhir ini. Skema-skema ini berkonsentrasi pada pelestarian tutupan hutan, dan karenanya memiliki potensi besar atas konservasi keragaman hayati alami. Beberapa inisiatif (REDD) telah secara spesifik memasukkan perlindungan keragaman hayati ke dalamnya.


Saya ingin bekerja dengan orangutan sampai mati
(09/11/2010) Pada usia sembilan belas tahun, Sia muda menentang kehendak ayahnya dan memulai pekerjaan yang ia inginkan sejak sekolah dasar.


80% Ekspansi Pertanian Tropis antara 1980-2000 Korbankan Hutan
(09/07/2010) Lebih dari 80 persen ekspansi pertanian di tropis antara tahun 1980 dan 2000 mengorbankan hutan, menurut laporan dari penelitian yang dipublikasikan minggu lalu dalam edisi online awal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).


Pedagang Cina Takut Akan Peraturan Impor Baru Atas Kayu Ilegal
(09/06/2010) China Timber and Wood Products Circulation Association (CTWPCA) berusaha mendirikan suatu badan untuk membantu para importir mengikuti peraturan lingkungan baru di Amerika Serikat dan Eropa yang melarang perdagangan kayu yang ditebang secara ilegal, menurut laporan International Tropical Timber Organization (ITTO).


Penggundulan Hutan Jatuh Secara Signifikan di Tahun 2010, Menurut Data Pendahuluan
(09/06/2010) Penggundulan hutan di Amazon Brazil turun secara signifikan sejak tahun lalu, menurut estimasi awal yang dikeluarkan oleh National Institute for Space Research (INPE) Brazil dan Imazon, LSM berbasis di Brazil yang melacak hilangnya hutan dan degradasi di seluruh Amazon.


Dapatkah Perangkap Kamera Selamatkan Kehidupan Rimba di Seluruh Dunia?
(09/06/2010) Aman untuk dikatakan bahwa perangkap kamera yang sederhana telah merevolusi konservasi kehidupan rimba. Alat unik yang sederhana ini - kamera digital otomatis yang mengambil foto dengan flash setiap seekor hewan memicu sensor infra merah - memungkinkan para ilmuwan, dengan sedikit biaya dan usaha yang relatif - paling tidak jika dibandingkan dengan menjelajahi hutan tropis dan rawa mencari kotoran dari badak yang terancam punah. Saat ini peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan Zoological Society of London (ZSL) menggunakan fungsi perangkap kamera satu langkah lebih maju: penelitian dalam Animal Conservation menggunakan metodologi baru, dinamakan Wildlife Picture Index (WPI), untuk menganalisa tren populasi dari 26 spesies di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera Indonesia. Sementara penelitian tersebut menemukan suramnya penurunan spesies, penelitian tersebut menunjukkan potensi perangkap kamera untuk menggerakkan konservasi maju karena penggunaannya menandai pertama kalinya peneliti menggunakan perangkap kamera untuk menganalisa tren populasi jangka panjang dari banyak spesies.


Foto: Bunglon 'Tarzan' Ditemukan di Madagaskar
(09/04/2010) Ilmuwan telah menemukan spesies baru dari bunglon di suatu blok kecil hutan hujan di Madagaskar.


Foto: Katak Terkecil Asia Ditemukan Hidup di Dalam Tumbuhan Karnivora di Borneo
(09/04/2010) Satu dari katak terkecil di dunia ditemukan hidup di dalam tumbuhan kantong semar di Borneo, menurut laporan Conservation International, kelompok konservasi yang bersama dengan IUCN sedang mendukung kampanye untuk mencari beberapa "amfibi yang hilang" di dunia.


Foto: Anak Harimau Hidup Ditemukan di Bagasi Check-In di Antara Mainan Boneka Harimau
(09/04/2010) Anak harimau berusia dua bulan ditemukan dibius dan disamarkan di antara mainan boneka harimau di dalam barang bawaan wanita di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok hari Minggu, menurut laporan TRAFFIC, jaringan pemantau perdagangan hewan liar.


Populasi Orang Utan di Daerah Hutan Asli Runtuh
(09/04/2010) Tingkat perjumpaan dengan orang utan telah jatuh enam kali lipat di Borneo selama 150 tahun ini, menurut laporan tulisan para peneliti dalam jurnal PLoS One.


Kera Menakjubkan Ditemukan di Amazon Kolombia
(09/03/2010) Sementara Amazon dihabisi pelan-pelan dari segala sisi oleh penebangan, pertanian, jalanan, peternakan, pertambangan, eksplorasi gas dan minyak, pengumuman spesies kera baru hari ini membuktikan bahwa hutan hujan tropis terbesar dunia masih memiliki banyak kejutan untuk dimunculkan. Ilmuwan dari National University of Colombia dan didukung oleh Conservation International (CI) dalam jurnal Primate Conservation telah mengumumkan penemuan kera baru ini di perbatasan Kolumbia dengan Peru dan Ekuador. Spesies baru ini adalah kera titi, dinamakan Titi Caquetá (Callicebus caquetensis). Bagaimanapun, pengumuman ini muncul bersamaan dengan kekhawatiran mendalam karena peneliti mengatakan bahwa sepertinya spesies baru ini telah sangat terancam punah akibat populasinya yang sedikit hidup di sekitar daerah yang sedang mengalami penggundulan hutan pesat untuk pertanian.


Norwegia Didesak untuk Putuskan Saham atas Perusahaan Perusak Hutan Lainnya
(09/03/2010) Climate and Forests Initiative Norwegia, yang telah menyisihkan milyaran dolar untuk usaha pengurangan penggundulan hutan, sebaiknya bekerja dengan Menteri Keuangan negara tersebut untuk mencabut Dana Pensiun Pemerintah dari perusahaan yang menghancurkan hutan, ujar Environmental Investigation Agency (EIA), sebuah kelompok lingkungan hidup.


Penebangan Bisa Tenggelamkan Lahan Gambut Indonesia, Rusak Kebersinambungan Industri Sagu Lokal
(09/03/2010) Konsesi industri penebangan di pulau-pulau lepas pantai Sumatera mengancam untuk merusak komunitas industri yang berkesinambungan yang mungkin memegang kunci untuk melindungi lahan gambut Indonesia yang padat karbon, tapi hampir punah.


Norway Lepaskan Diri dari Perusahaan Penebangan Malaysia Akibat Perusakan Hutan Hujan
(09/02/2010) Dana pensiun Pemerintah Norwegia menjual seluruh saham sebesar 16 juta dari Samling Global, sebuah perusahaan kayu Malaysia, setelah menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan "pelanggaran serius" dengan menebangi pohon di luar wilayah konsesi dan menghancurkan hutan hujan yang dilindungi, menurut laporan Bruno Manser FUnd. Penjualannya, sebesar USD 1,2 juta, mewakili sekitar 0,3 persen dari saham luar biasa perusahaan berdasarkan penutupan harga pasar hari ini di Hong Kong.





PDF | Javanese

Halaman Utama | Berita lingkungan | XML / RSS | Twitter | Inggris




MONGABAY.COM
Mongabay menyediakan berita tentang konservasi dan lingkungan.

CONTENTS
Hutan hujan
News
Foto
Twitter
Inggris
Profil
Kontak
XML






Slideshows
Hutan Hujan
FOTOS
STORE

SHIRTS
HIGH RESOLUTION PHOTOS / PRINTS












Copyright mongabay 2009